1. JADAH TEMPE

Salah satu kuliner yang digemari oleh Sultan Hamengkubuwono ini memiliki keunikan perpaduan rasanya. Jadah adalah olahan dari ketan yang dihaluskan dan juga ditemani oleh tempe atau tahu yang diolah dengan cara dibacem. Hasil cita rasanya jadah yang gurih berpadu dengan tempe yang dibacem dan mengeluarkan rasa manis membuat kebanyakan orang ingin berkali-kali menyantap hidangan satu ini. Bagi yang suka dengan pedas bisa juga kalian nikmati dengan cabe rawit. Kelezatan dari jadah tempeĀ  masih bertahan hingga sekarang dengan rasa yang khas karena memasaknya pun masih dengan cara tradisional, yaitu menggunakan kayu bakar. Pertama-tama parutan kelapa dicampur dengan beras ketan dan bumbu lain sampai rata, kemudian dikukus menggunakan dandang di atas tungku.

Biasanya Jadah Tempe ini dibungkus dan disajikan dengan daun pisang. Makanan khas ini bisa Anda jumpai jika berkunjung ke Kaliurang karena banyak sekali yang menjajakan makanan khas ini di lereng Merapi. Harganya juga cukup terjangkau yakni mulai dari Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000 per porsi.

Jl. Kaliurang KM.12,5, Candi Karang, Sardonoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 5528

2. SATE KELINCI

Selain Jadah Tempe kalian juga bisa menikmati sajian olahan khas Sleman lain seperti Sate Kelinci.

BILA Anda jalan-jalan ke kawasan perbukitan, sore hari biasanya cuacanya gerimis. Di Yogyakarta, cuaca seperti itu sering terjadi di daerah Jalan Kaliurang menuju ke kawasan wisata lereng Merapi. Sambil menikmati gerimis ketika Anda akan menuju ke kawasan wisata Kaliurang. Anda bisa menikmati kuliner yang dapat menghangatkan badan dan lezat. Adalah sate kelinci Pak Djisman, salah satu wisata Kuliner di Yogyakarta yang kelezatannya nomor wahid. Warung sate yang terletak di jalan Kaliurang KM 19 Purwodadi, Pakem, Sleman, Yogyakarta tersebut dirintis sejak tahun 2003 silam. ia mengaku belajar tentang budidaya kelinci serta pengolahannya hingga sampai ke Jawa Timur dan Bandung. Usaha warung sate kelinci pak Djimsan terus berkembang. Menurut Pak Djimsan, ada lima konsep yang diterapkan untuk warung sate miliknya. Ia menyebutnya dengan lima R, yaitu Ramah, Resik (dagangan dan tempat yang bersih), Rikat (cepat menyajikan hidangan yang dipesan pelanggan), Rasa (kualitas rasa yang nikmat), Rego (harga). “Kami itu tidak cuma cari pembeli, tetapi juga mencari pelanggan. Karena kalau pelanggan sudah cocok dengan unsur-unsur 5R tadi, mereka pasti akan kembali lagi,” papar pria 73 tahun tersebut. Warung Sate yang buka mulai pukul 09.00 sampai 17.00 itu menyediakan menu sate kelinci yang sangat lezat. Sate kelinci dengan tekstur daging yang lunak serta lembut dicampur bumbu kacang dengan irisan cabai rawit merupakan sensasi kelezatan yang nikmat. Bumbu kacang yang tidak terlalu manis, menjadikan sate kelinci pak Djimsan mempunyai cita rasa yang gurih. Gurihnya bumbu tersebut sangat cocok disajikan bersama nasi hangat. Makan sate akan semakin nikmat karena sejuknya udara perkebunan di sekitar warung.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *