Gua Pindul merupakan satu dari rangkaian tujuh gua yang dialiri sungai bawah tanah di daerah Bejiharjo. Gua ini memiliki panjang sekitar 300 m, lebar 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5 m. Di salah satu bagian Gua Pindul terdapat tempat yang cukup lebar sehingga terlihat seperti kolam luas. Di bagian ini juga terdapat celah yang cukup lebar tempat sinar matahari masuk. Anda yang ingin memasuki gua secara vertikal bisa masuk ke Gua Pindul melewati celah ini. Tak jauh dari Gua Pindul terdapat Gua Gelatik (gua kering), monumen peninggalan Jendral Sudirman, serta situs purbakala Sokoliman.

Konon, penamaan Gua Pindul berasal dari kisah pengembaraan Joko Singlulung  menelusuri hutan lebat, sungai, hingga gua untuk mencari bapaknya. Saat sedang menyusuri 7 gua yang memiliki aliran sungai di bawahnya, kepala Joko terbentur sebuah batu sesar yang ada di dalam gua. Oleh karena itu, gua tempat Joko terbentur tersebut dinamai Gua Pindul.

Gua Pindul adalah obyek wisata alam susur Gua bawah tanah, dengan aliran sungai di sepanjang lorong. Cara menikmati obyek wisata adalah menyusurinya dengan peralatan khusus yaitu dengan menggunakan ban dalam besar (tube) dan jaket pelampung. Gua pindul berlokasi di Wirawisata, Gelaran2, RT. 03/RW. 16, Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55891.

Wisata cavetubing di Gua Pindul ini menyediakan guide yang bisa memandu kita untuk melakukan cave tubing. Pengelola juga menyediakan peralatan cave tubing seperti ban dan life vest (jaket pelampung), serta senter kepala (headlamp). Untuk menyewa fasilitas tersebut, pengunjung akan dikanakan biaya sekitar Rp.25.000 – Rp.30.000. Tetapi jika sudah membawa peralatan sendiri, maka untuk bisa melakukan cave tubing di Gua Pindul ini tidak dikenakan biaya apapun.

Jam buka :

Sabtu 07.00 – 16.30
Minggu 07.00 – 16.30
Senin 07.00 – 16.30
Selasa 07.00 – 16.30
Rabu 07.00 – 16.30
Kamis 07.00 – 16.30
Jumat 07.00 – 16.30

PUNCAK KOSAKORA

Anda punya hobi trekking dan sedang mencari destinasi petualangan baru? Mungkin Puncak Kosakora jawabannya. Tenang saja, kamu tidak memerlukan keterampilan memanjat khusus untuk tiba di atas bukit indah ini.

Puncak Kosakora bukanlah puncak gunung selayaknya puncak Semeru. Bukit setinggo 50 meter di atas permukaan laut ini terbentuk dari fenomena eksokarst alami. Tadinya, dataran tinggi ini dikenal dengan nama Bukit Ngrumput karena lokasinya yang berada di atas Pantai Ngrumput.

Sebutan yang berasal dari warga Tanjungsari itu pun memudar ketika tanpa sengaja seorang turis menjuluki bukit ini dengan nama Puncak Kosakora. Nama inilah yang kemudian lebih ngetop di kalangan wisatawan.

Lokasi wisata yang semakin populer di kalangan anak muda penyuka travelling ini terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Sangat cocok bagi yang ingin sejenak merehatkan pikiran dari segala aktivitas dan menghirup segarnya aroma, alam yang menenangkan dan pemandangan yang sangat indah. Di puncak Kosakora kita bisa melihat hamparan laut biru dan perbukitan di GunungKidul dan juga apabila kita melihat ke arah timur maka kita akan melihat Pantai Kukup, sedangkan apabila kita melihat kearah barat maka kita bisa melihat Pantai Drini. Puncak Kosa Kora berlokasi di Banjarejo, Tanjungsari, Kabupaten GunungKidul, jogja.

Harga Tiket Masuk Bukit Kosakora:

Rp. 10.000(retribusi portal pantai baron)

Rp. 2.000/orang (tiket Bukit Kosakora)

Rp. 3.000/parker motor Pantai Drini

Rp. 5.000/parkir mobil Pantai Drini

Rp. 10.000(camping di Puncak Kosakora)

Untuk jam buka, Bukit Kosakora buka 24jam

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *